Selasa, 06 Desember 2016

administrasi kesehatan masyarakat



TUGAS : PENGANTAR KESEHATAN MASYARAKAT

MAKALAH
“ADMINISTRASI KESEHATAN MASYARAKAT”
   
Logo-umi makassar WARNA










DI SUSUN OLEH
NAMA           : MISTARI
KELAS          : B2 KEPERAWATAN
STAMBUK   : 14220150083



JURUSAN ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS MUSLIM INDONESIA
MAKASSAR
2016





KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya sehingga penyusunan tugas ini dapat diselesaikan.
Tugas ini disusun untuk diajukan sebagai tugas mata kuliah Pengantar Kesehatan Masyarakat dengan judul “ADMINISTRASI KESEHATAN MASYARAKAT” di Universitas Muslim Indonesia khususnya dijurusan Ilmu Keperawatan Fakultas Kesehatan Masyarakat
Terima kasih disampaikan kepada Bapak Samsualam SKM, S.Kep,Ns. M.Kep. selaku dosen mata kuliah Pengantar Kesehatan Masyarakat yang telah membimbing dan memberikan kuliah demi lancarnya tugas ini.
Demikianlah tugas ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Pengantar Kesehatan Masyarakat. Kritik dan saran yang membangun sangat saya harapkan dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat. Amin



Makassar, 25 November 2016



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Balakang
Ilmu Kesehatan Masyarakat pada hakikatnya adalah menghimpun potensi atau sumber daya yang ada dalam masyarakat untuk melakukan upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. kegiatan ini untuk meningkatkan partisipasi masyarakat di bidang pembangunan kesehatan. Pelayanan kesehatan masyarakat adalah bagian dari pelayanan kesehatan yang lebih mengutamakan kegiatannya pada upaya peningkatan kesehatan serta pencegahan penyakit serta lebih memusatkan perhatiannya pada pelayanan berbagai masalah kesehatan yang ditemukan di masyarakat secara keseluruhan.Jika dibandingkan dengan pelayanan medis (medical services) pelayanan kesehatan masyarakat memang mempunyai beberapa ciri tersendiri.
Pengertian Kesehatan Masyarakat menurut Winslow (1920) bahwa Kesehatan Masyarakat (Public Health) adalah ilmu dan seni mencegah penyakit, memperpanjang hidup, dan meningkatkan kesehatan, melalui “Usaha-usaha Peorganisasian Masyarakat” untuk : perbaikan sanitasi lingkungan, pemberantasan penyakit-penyakit menular, pendidikan kebersihan untuk perorangan, pengorganisasian pelayanan-pelayanan medis dan perawatan untuk diagnosis dini dan pengobatan. Pengembangan rekayasa sosial untuk menjamin setiap orang terpenuhi kebutuhan yang layak dalam memelihara  kesehatan perorangan.
Dalam ilmu kesehatan masyarakat terdapat disiplin ilmu yang menopang ilmu kesehatan masyarakat, atau sering disebut sebagai pilar utama ilmu kesehatan masyarakat. Diantaranya ; Epidemiologi, Biostatistik dan Kependudukan, Kesehatan Lingkungan, Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Kesehatan Keluarga dan Kesehatan Reproduksi dan Gizi Masyarakat.
Dalam makalah ini kami kami membahas disi[lin ilmu kesehatan masyarakat yang lebih mengutamakan Administrasi dan Kebijakan Kesehatan.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian dari administrasi kesehatan masyarakat  ?
2.      Apa saja unsur pokok administrasi kesehatan  ?
3.      Apa ruang lingkup administrasi kesehatan masyarakat ?
4.      Manfaat penerapan administrasi kesehatan ?

C.    Tujuan
1.      Untuk mengetahui pengertian dari administrasi kebijakan kesehatan.
2.      Untuk mengetahui apa saja unsur pokok administrasi kesehatan.
3.      Untuk mengetahui ruang lingkup administrasi kebijakan kesehatan.
4.      Untuk mengetahui penerapan administrasi kesehatan.
                                             














BAB II
PEMBAHASAN
A.    Definisi administrasi
Istilah administrasi berasal dari bahasa latin “ad” dan “ministrate” yang artinya pemberian jasa atau  bantuan. “Administration = ”to serve”, yaitu melayani dengan sebaik-baiknya. Administratie (bahasa Belanda) “kegiatan catat-mencatat, surat-menyurat, pembukuan ringan,  ketik-mengetik, agenda dan sebagainya yang bersifat teknis ketatausahaan” yang meliputi kegiatan catat-mencatat, surat-menyurat, pembukuan dan pengarsipan surat serta hal-hal yang lain yang dimaksudkan untuk menyediakan informasi sertamempermudah memperoleh informasi kembali jika dibutuhkan. Menurut ensiklopedia administrasi, organizing (pengorganisasian) merupakan rangkaian aktifitas menyusun suatu kerangka yang menjadi wadah bagi segenap kegiatan kerjasama dengan jalan membagi dan menelompokkan pekerjaanyang harus dilaksanakan serta menetapkan dan menyusun jalinan hubungan kerja di antara satuan organisasi atau para pejabatnya. Pengertian organisasi lebih bersifat dinamis (organisasi sebagai fungsi manajemen).
“Administrasi adalah upaya mencapai tujuan yang diinginkan dengan menciptakan lingkungan kerja yang menguntungkan (Koontz O’Donnel).”  (Azwar Azrul,1993)
Administrasi atau manjemen dalam dunia kesehatan sangat diperlukan agar dalam pelaksanaan program kesehatan dapat berjalan dengan efisien dan efektif. Administrasi pada dasarnya merupakan usaha tertentu untuk mencapai suatu tujuan (Maidin Alimin,2004). Para penyedia ataupun tenaga kesehatan dalam mempergunakan administrasi kesehatan memerlukan persiapan baik dalam teori maupun praktek.( Tulchinsky,Varavikova, 2000)
Pekerjaan administrasi hanya melaksanakan kebijakan yang telah ditetapkan, sedangkan pekerjaan manajemen adalah merumuskan kebijakan tersebut (Samuel Levey dan Paul Lomba) perkataan administrasi kesehatan mengandung dua pengertian yaitu ad dan ministrate. Administrasi (latin ad = pada, ministrate = melayani). Artinya menberikan layanan kepada, administrasi kesehatan merupakan suatu proses yang menyangkut perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan,  pengorganisasian penilaian terhadap sumber, tata cara, dan kesanggupan yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan terhadap kesehatan, perawatan kedokteran, serta lingkungan yang sehat dengan jalan menyediakan dan menyelenggarakan berbagai upaya kesehatan yang ditunjuk kepada perorangan, kelompok atau mastarakat (komisi pendidikan administrasi kesehatan Amerika Sekirikat 1974).
Pada zaman kuno, ilmu manajemen telah ada. Hal ini terbukti dengan adanya ilmu agama, ilmu pengetahuan tentang hukum, politik, ekonomi pendidikan tinggi Al-Azhar, bangunan-banguna yang mengagumkan seperti piramida, candi Borobudur, tembok besar Cina, dan sebagaiman semua itu tentu saja berdasarkan pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan, pergerakan, pelaksanaan, pengendalian, koordinasi, kepemimpinan, pengetahuan sumber daya dan sebagainya.
Perkembangan teori manajemen seperti yang diketahui sekarang, di mulai dengan adanya revolusi industry di Eropa pada abad 18, dimana bertambah banyaknya pabrik-pabrik dan para pekerja, dan hasil yang berupa barang-barang yang memerlukan berbagai upaya perencanaan, koordinasi, pengendalian dan sebagainya ynag diperlukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja. Dalam model tradisional titik berat model manajemen adalah pada pengawasan dan pengarahan, sedangkan model hubungan manusia telah mengalami perubahan dan menekankan pada kebutuhan-kebutuhan sosial dan pribadi. Model sumber daya manusia agak berlainan. Seorang manajer dilihat sebagai seorang yang mendorog pengembangan dan mempermudah bawahannya untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Sama halnya dengan administrasi, maka pengertian kesehatan banyak pula macamnya diantaranya adalah : Sehat adalah suatu keadaan sejahtera sempurna dari fisik, mental,dan sosial yang tidak hanya terbatas pada bebas dari penyakit atau kelemahan saja (WHO1947 dan UU Pokok Kesehatan No. 9 Tahun 1960).
Sehat  adalah suatu keadaan dan kualitas dari organ tubuh yang berfungsi secara wajar dengan segala faktor keturunan dan lingkungan yang dipunyainya (WHO 1957).
Sehat adalah suatu keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan social yang memungkinkan setiap orang hidup produktif scara sosial dan ekonomis (UU Kesehatan No. 23 Tahun 1992). (Azwar Azrul,1993)
Administrasi kesehatan adalah bidang yang berkaitan dengan kepemimpinan, manajemen, dan administrasi rumah sakit , jaringan rumah sakit , dan sistem perawatan kesehatan . Administrator kesehatan dianggap profesional perawatan kesehatan .
Menurut George R.Tery administrasi kesehatan adalah upaya mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan menggunakan orang lain. Menurut Social Socience Encylopedia adalah suatu proses untuk mencapai tujuan yang dapat dilaksanakan dan di awasi.
Administrasi kebijakan kesehatan adalah  administrasi yang diterapkan pada upaya kesehatan demi terciptanya suatu keadaan yang sehat. (Maidin Alimin,2004)

B.     Unsur pokok administrasi
1.      Input (masukan) dalam administarasi adalah segala sesuatu yang dibutuhkan untuk dapat melaksanakan pekerjaan administrasi. Masukan ini dikenal pula dengan nama perangkat administrasi (tools of administration). Masukan dan atau perangkat administrasi tersebut banyak macamnya. Beberapa di antaranya yang terpenting adalah:
a.      Komisi Pendidikan Administrasi Kesehatan Amerika Serikat
Komisi Pendidikan Administrasi Kesehatan Amerika Serikat membedakan masukan dan atau perangkat administrasi atas tiga macam:
1)   Sumber
Sumber (resources) adalah segala sesuatu yang dapat dipakai untuk menghasilkan barang atau, jasa. Sumber ini secara umum dapat dibedakan atas tiga macam yakni:
a)   Sumber tenaga
Sumber tenaga (labour resources) dibedakan atas dua macam yakni tenaga ahli (skilled) seperti dokter, dokter gigi, bidan, perawat serta tenaga tidak ahli (unskilled) seperti pesuruh, penjaga malam dan pekerja kasar lainnya.
b)   Sumber modal
Sumber modal (capital resources) banyak macamnya. Jika disederhanakan dapat dibedakan atas dua macam, yakni modal bergerak (working capital) seperti uang dan giro serta modal tidak bergerak (fixed capital) seperti bangunan, tanah dan sarana kesehatan.
c)   Sumber alamiah
Sumber alamiah (natural resources) adalah segala sesuatu yang terdapat di alam yang tidak termasuk sumber tenaga dan sumber modal.
2)   Tata cara
Tata cara (procedures) adalah berbaga! kemajuan ilmu dan teknologi kedokteran yang dimiliki dan yang diterapkan.
3)   Kesanggupan
Kesanggupan (capacity) adalah keadaan fisik, mental dan biologis tenaga pelaksana. Secara umum disebutkan bahwa kesanggupan tenaga pelaksana dari negara yang telah maju lebih tinggi dari pada tenaga pelaksana dari Negara yang masih terbelakang. Mudah dipahami karena memanglah keadaan kesehatan serta keadaan gizi masyarakat di negara yang telah maju, jauh )ebih baik dari pada negara yang masih terbelakang.
b.      Koontz dan Donnells
Koontz dan Donnells membedakan masukan dan atau perangkat administrasi atas empat macam yakni manusia (man), modal (capital), manajerial (managerial) dan teknologi (technology).
Pembaglan lain yang banyak dikenal di masyarakat ialah yang disebut sebagal 4 M yakni manusia (man), uang (money), sarana (material) dan metoda (method) untuk organisasi yang tidak mencari keuntungan, serta 6 M yakni manusia (man), uang (money), sarana (material), metoda (method), pasar (market) serta mesin (machinery) untuk organisasi yang mencari keuntungan.

2.      Process (proses) adalah langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Proses (process) dalarn administrasi adalah langkah langkah yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Proses ini dikenal pula dengan nama fungsi administrasi (functions of administration). Pada umumnya proses dan ataupun fungsi administrasi ini merupakan tanggung jawab pimpinan.
Pada saat ini dikenal beberapa pembagian proses dan ataupun fungsi administrasi tersebut. Beberapa di antaranya yang terpenting ialah.
a.      Kornisi Pendidikan Administrasi Kesehatan Amerika Serikat, membedakan fungsi administrasi atas enam macam yakni perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (directing), pengawasan (controlling), pengkoordinasian (coordinating) dan penilaian (evaluation).
b.      Freeman, membedakan fungsi administrasi atas enam macam yakni perencanaan (planning), penggerakan (actuating), pengkoordinasian (coordinating), bimbingan (guidance), membebaskan (freedom) dan pertanggungjawaban (responsibility).
c.       George R. Terry, membedakan fungsi administrasi atas empat macam yakni perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penggerakan (actuating) dan pengawasan (controlling). Fungsi administrasi menurut Terry ini terkenal dengan singkatan POAC.
d.      Barton, membedakan fungsi administrasi atas delapan macam yakni perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penyusunan staf (staffing), penyusunan anggaran belanja (budgeting), pelaksanaan (implementing), pengkoordinasian (coordinating), pelaporan (reporting) dan penilaian (evaluation).
e.       Luther M. Gullick, membedakan fungsi administrasi atas tujuh macam yakni perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penyusunan staf (staffing), pengarahan (directing), pengkoordinasian (coordinating), pelaporan (reporting), dan penyusunan anggaran belanja (budgeting). Fungsi administrasi menurut Gullick ini dikenal dengan singkatan POSDCORB.
f.        Hendry Fayol, membedakan fungsi administrasi atas lima macam yakni perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), perintah (comanding), pengkoordinasian (coordinating) dan pengawasan (controlling).

Pada saat ini dengan makin berkembangnya ilmu administrasi, maka pembagian fungsi administrasi makin banyak pula. Berbagai pembagian tersebut, meskipun bervariasi, namun jika dikaji secara mendalam pada dasamya tidak memperkhatkan perbedaan yang berarti. Dalam praktek sehari hari, untuk memudahkan pelaksanaannya, berbagai fungsi administrasi ini sering disederhanakan menjadi empat macam yakni:
a.       Perencanaan (planning) yang di dalamnya termasuk penyusunan anggaran belanja.
b.      Pengorganisasian (organizing) yang di dalan mya termasuk penyusunan staf.
c.       Pelaksanaan (implementing) yang d! dalamnya termasuk penyerahan, pengkoordinasian, bimbingan, penggerakan dan pengawasan.
d.      Penilaian (evaluation) yang di dalamnya termasuk penyusunan laporan.

3.      Output (keluaran) adalah hasil dari suatu pekerjaan administrasi.
Keluaran (output) adalah hasil dari suatu pekerjaan administrasi. Untuk administrasi kesehatan, keluaran tersebut dikenal dengan nama pelayanan kesehatan (health services). Pada saat ini pelayanan kesehatan tersebut banyak macamnya. Secara umum dapat dibedakan atas dua macam. Pertama, pelayanan kedokteran (medical services). Kedua, pelayanan kesehatan masyarakat (public health services).

4.      Target (sasaran) adalah kepada siapa keluaran yang dihasilkan ditujukan.
Sasaran b adalah kepada siapa keluaran yang dihasilkan, yakni upaya kesehatan tersebut, ditujukan. Untuk administrasi kesehatan sasaran yang dimaksudkan di sini dibedakan atas empat macam yakni perseorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat. Dapat bersifat sasaran langsung (direct target group), ataupun bersifat sasaran fidak langsung (indirect target group).

5.      Impact (dampak) adalah akibat yang ditimbulkan dari keluaran.
Dampak (impact) adalah akibat yang ditimbulkan oleh keluaran. Untuk administrasi kesehatan, dampak yang diharapkan adalah makin meningkatnya derajat kesehatan. Peningkatan derajat kesehatan ini hanya akan dapat dicapai apabila kebutuhan (needs) dan tuntutan (demands) perseorangan, keluarga, kelompok dan atau masyarakat terhadap kesehatan, pelayanan kedokteran serta hngkungan yang sehat dapat terpenuhi. Kebutuhan dan tuntutan ini adalah sesuatu yang terdapat pada pihak pemakai jasa pelayanan kesehatan (health consumer).
a.      Kebutuhan kesehatan
Kebutuhan kesehatan (health needs) pada dasamya bersifat objektif dan karena itu untuk dapat meningkatkan derajat kesehatan perseorangan, keluarga , kelompok dan ataupun masyarakat, upaya untuk memenuhinya bersifat mutlak. Sebagai sesuatu yang bersifat objektif, maka munculnya kebutuhan kesehatan sangat ditentukan oleh masalah kesehatan nyata yang ditemukan dalam masyarakat.
Masalah kesehatan nyata yang dimaksud banyak macamnya. Untuk perseorangan dan atau keluarga yang terpenting adalah penyakit yang sedang diderita. Sedangkan untuk kelompok dan ataupun masyarakat adalah gambaran pola penyakit yang ditemukan dalam kelompok dan ataupun masyarakat. Jika diketahui bahwa munculnya suatu penyakit sebagaimana yang dikemukakan oleh Gordon dan Le Richt (1950) sangat ditentukan oleh tiga faktor utama yakni pejamu (host), penyebab penyakit (agent) serta lingkungan (environment), maka dalam upaya menemukan kebutuhan kesehatan, perhatian haruslah ditujukan kepada ketiga faktor tersebut. Apabila penyebab utama penyakit telah berhasil ditemukan, lanjutkanlah dengan upaya mengatasi penyebab yang dimaksud, yang dalam hal ini ialah menyediakan serta menyelenggarakan upaya kesehatan yang sesuai.

b.      Tuntuton kesehatan
Berbeda haInya dengan kebutuhan, tuntutan kesehatan (health demands) pada dasamya bersifat subjektif. Oleh karena itu pemenuhan tuntuan kesehatan tersebut hanya bersifat fakultatif. Dengan perkataan lain terpenuhi atau tidaknya tuntutan kesehatan perseorangan, kcluarga, kelompok dan ataupun masyarakat tidak terialu menentukan tereapai atau tidaknya kehendak untuk meningkatkan derajat kesehatan.
Lebih lanjut karena tuntutan kesehatan ada kaitannya dengan tersedia atau tidaknya pelayanan keschatan, maka dalam membicarakan tuntutan kesehatan tidak boleh pida melupakan berbagai kemajuan teknologi yang mempengaruhi tersedia atau tidaknya pelayanan kesehatan tersebut. Dengan perkataan lain dalam membi¬carakan tuntutan kesehatan, peranan kemajuan teknologi kedokteran tidak dapat diabaikan. Karena sesungguhnyalah sebagaimana yang dikemukakan oleh Sorkin (1979) bahwa kemajuan kemajuan teknologi kedokteran dapat merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tuntutan kesehatan.
Dalam kehidupan sehari hari, sering ditemukan bahwa kebutuhan kesehatan seseorang tidak sama dengan tuntutan kesehatan. Dalam keadaan yang seperti ini, merupakan kewajiban setiap petugas kesehatan untuk mencoba meniadakan ketidak samaan tersebut. Di sinilah letak masalahnya, karena menyamakan kebutuhan kesehatan dengan tuntutan kesehatan memang tidak mudah. Diperlukan berbagai upaya dan keterampilan yang bersifat khusus, termasuk upaya clan keterampilan melakukan kornunikasi dan motivasi.

C.    Ruang Lingkup Administrasi Kesehatan Masyarakat
Jika dikaji secara mendalam batasan administrasi kesehatan sebagaimana yang telah dirumuskan oleh Kornisi Pendidikan Administrasi Kesehatan Amerika Serikat tahun 1974, segera terlihat bahwa ruang lingkup administrasi kesehatan mencakup bidang yang amat luas, yang jika disederhanakan dapat dibedakan atas dua macam yakni:
1.      Kegiatan Administrasi
Telah disebutkan bahwa melaksanakan pekerjaan administrasi sama artinya dengan melaksanakan sernua fungsi administrasi. Dengan pengertian yang seperti ini menjadi jelas bahwa kegiatan utama yang dilakukan pada administrasi tidak lain adalah melaksanakan fungsi administrasi itu sendiri, mulai dari fungsi perencanan, pengorganisasian, pelaksanaan sampai dengan fungsi pengawasan (Terry).
Karena kegiatan utama pada administrasi adalah melaksanakan semua fungsi administrasi maka jelas pula bahwa melaksanakan pekerjaan administrasi tidak sama dengan melaksanakan pekerjaan tata usaha. Pekerjaan administrasi bukan sekedar mengetik, mengagenda dan ataupun menyimpan arsip surat menyurat (office work) yang merupakan pekerjaan pokok seorang tata usaha. Seseorang yang mengerjakan pekerjaan administrasi berarti adalah seorang administrator atau manajer, karena dalarn mengerjakan administrasi, ia melakukan perencanaan, pelaksanaan, penilaian untuk kemudian perencanaan berikutnya.
2.      Objek dan Subjek Administrasi
Telah disebutkan bahwa objek clan sgbjek administrasi kesehatan adalah sistem kesehatan. Ini berarti untuk dapat menyelenggarakan administrasi kesehatan perlu dipahami dahulu apa yang dimaksud dengan sistem kesehatan. Pengertian tentang sistem kesehatan banyak macamnya. Menjabarkan batasan sebagaimana yang dirumuskan oleh WHO (1984), yang dimaksud dengan sistem kesehatan adalah suatu kumpulan dari berbagai faktor yang komplek clan saling berhubungan yang terdapat pada suatu negara clan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan clan tuntutan kesehatan perorangan, keluarga, kelompok serta masyarakat pada setiap saat yang dibutuhkan.
Sistem kesehatan itu sendiri mencakup hal yang amat luas. Jika disederhanakan dapat dibedakan atas dua subsistem. Pertama, subsistem pelayanan kesehatan. Kedua, subsistem pembiayaan kesehatan. Untuk dapat terselenggaranya upaya kesehatan yang baik, kedua subsistem ini perlu ditata clan dikelola dengan sebaik baiknya.
         Ruang lingkup administrasi kebijakan kesehatan secara umum meliputi :
1)      Kebijakan kesehatan (health policy)
Kebijakan kesehatan membahas tentang penggarisan kebijaksanaan pengambilan keputusan, kepemimpinan, public relation, penggerakan peran serta masyarakat dalam pengelolaan program – program kesehatan.
2)      Hukum Kesehatan (health law)
Hukum kesehatan membahas tentang peraturan atau perundangan di bidang kesehatan meliputi : undang – undang kesehatan, hospital by law, informed consent, dan sebagainya.
3)      Ekonomi kesehatan (health economic)
Ekonomi kesehatan membahas tentang konsep pembiayaan kesehatan, asuransi kesehatan, analisis biaya, dan sebagainya.
4)      Manajemen tenaga kesehatan (health man power)
Manajemen tenaga kesehatan membahas tentang perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan, motivasi tenaga kesehatan, kinerja tenaga kesehatan , dan sebagainya.
5)      Administrasi rumah sakit (hospital administration)
Administrasi rumah sakit membahas tentang organisasi dan manajemen rumah sakit, manajemen SDM rumah sakit, manajemen keuangan rumah sakit, manajemen logistic,  dan sebagainya.




D.    Manfaat Penerapan Administrasi Kesehatan Masyarakat
Jika diperhatikan batasan administrasi kesehatan sebagaimana yang telah dirumuskan oleh Komisi Pendidikan Administrasi Kesehatan Amerika Serikat pada tahun 1974, segera terlihat bahwa manfaat yang diperoleh dari diterapkannya administrasi kesehatan adalah sangat luas. Secara umum berbagai manfaat tersebut dapat dibedakan atas tiga macam yakni:
1.      Dapat dikefola sumber, tata cara dan kesanggupan secara efektif dan efisien
Sumber, tata cara dan kesanggupan yang tersedia pada dasamya bersifat terbatas dan karena itu perlu dikelola dengan sebaik baiknya. Administrasi Kesehatan jelas dapat menjanjikan pengelolaan yang dimaksud, karena memang dalam melaksanakan pekedaan administras! kesehatan dikenal adanya antara lain fungsi perencanaan, yang dapat mengatur pernankatan sumber, tata cara dan kesanggupan secara efektif dan efisien.
Sesungguhnya, masalah efektif dan efisien ini telah sejak lania menjadi pusat perhatian para ahli administrasi. Setidak tidaknya sejak abad ke 18 ketika berlangsung Revolusi Industri di Inggris. Upaya ini diwujudkan dengan memperkenalkan falsafah administrasi baru dari job cen¬tered menjadi human centered serta dari orientasi efektiitas menjadi orientasi efektivitas don efisiensi.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Frederick Winslow Taylor (dikenal sebagai bapak gerakan administrasi ilmiah) serta Hendry Fayol (dikenal sebagai bapak teori administrasi modem). Taylor setelah melakukan penelitian berjudul time and motion study yang kemudian dipublikasikan dalarn bukunya yang terkenal The Principle of Scientific Management, berhasil merumuskan pendapatnya bahwa efektivitas dan efisiensi erat hubungannya dengan penggunaan waktu dan kegiatan yang tidak produktif.
Sedangkan Fayoll membahas masalah efektivitas dan efisiensi ini melalui pengkajian terhadap kemampuan pemimpin. Kajian tersebut kemudian dituliskan dalarn bukunya yang terkenal General and Industrial  Management.
2.      Dapat dipenuhi kebutuhan dan tuntutan secara tepat dan sesuai
Mengenal kebutuhan dan tuntutan adalah penting dalam melaksanakan administrasi kesehatan. Seyogyanyalah setiap upaya kesehatan yang dilaksanakan ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan dan tuntutan tersebut. Agar kebutuhan dan tuntutan yang seperti ini dapat dipenuhi, tentu diperlukan keterampilan untuk menentukan kebutuhan dan tuntutan itu sendiri. Disini menjadi penting peranan administrasi kesehatan, karena dengan diterapkannya administrasi kesehatan tersebut akan dapat diketahui dengan tepat berbagai kebutuhan dan tuntutan yang terdapat dalarn masyarakat.
3.      Dapat disediakan dan diselenggarakan upaya kesehatan sebaik baiknya
Karena administrasi kesehatan dapat mengatur pernanfaatan sumber, tata cara dan kesanggupan yang dimiliki dengan baik, serta dapat menentukan kebutuhan dan tuntutan dengan tepat, maka dapat diharapkan tersedia dan terselenggaranya upaya kesehatanyang sebaik baiknya. Dari uraian tentang tiga manfaat administrasi kesehatan yang seperti ini, secara umum dapat disimpulkan bahwa administrasi kesehatan berupaya menyediakan dan menyelenggarakan upaya kesehatan sedemikian rupa sehingga dengan masukan yang sekecil keciinya (sumber, tata cara dan kesanggupan) dapat dihasilkan keluaran yang sebesar besamya (terpenuhi kebutuhan dan tuntutan akan kesehatan).
Karena keluaran yang diperoleh bertitik tolak dari pemakaian sumber, tata cara dan kesanggupan yang tersedia, maka pada administrasi kesehatan dikenal adanya prinsip optimalisasi. Selanjutnya karena keluaran yang diharapkan adalah yang sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat, maka pada administrasi kesehatan dikenal pula prinsip efektivitas dan efisiensi.
Dari uraian ini, menjadi jelaslah bahwa yang terpenting dalam melaksanakan administrasi kesehatan bukanlah berupaya menghasilkan keluaran yang berlebihan, bukan pula yang bersifat mendatangkan keuntungan (profit making), melainkan yang mempunyai dampak (impact) yang positif bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
















BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Menurut George R.Tery administrasi kesehatan adalah upaya mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan menggunakan orang lain. Menurut Social Socience Encylopedia adalah suatu proses untuk mencapai tujuan yang dapat dilaksanakan dan di awasi. Administrasi kebijakan kesehatan adalah  administrasi yang diterapkan pada upaya kesehatan demi terciptanya suatu keadaan yang sehat. (Maidin Alimin,2004)
Administrasi kesehatan merupakan suatu proses yang menyangkut perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan,  pengorganisasian penilaian terhadap sumber, tata cara, dan kesanggupan yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan terhadap kesehatan, perawatan kedokteran, serta lingkungan yang sehat dengan jalan menyediakan dan menyelenggarakan berbagai upaya kesehatan yang ditunjuk kepada perorangan, kelompok atau mastarakat (komisi pendidikan administrasi kesehatan Amerika Sekirikat 1974).
B.     Saran










DAFTAR PUSTAKA

Azwar, Azrul.1996. "Pengantar Administrasi Kesehahatan" Edisi Ketiga.Tanggerang : Binapura Aksara

Departemen Kesehatan RI. 2009. "Sistem Kesehatan Nasional". Jakarta : Departemen Kesehatan RI

Muninjaya, A.A Gde.1999. "Manajemen Kesehatan".Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC

Notoatmodjo, Soekidjo. "Ilmu Kesehatan Masyarakat". Jakarta: PT. Rineka Cipta

Prayitno S. “Dasar-dasar Administrasi Kesehatan Masyarakat”; Airlangga UniversityPress, Surabaya, 2005.

Sukarni, Mariyati.1994. "Kesehatan Keluarga Lingkungan".Yogyakarta : Kanisius
Tulchinsky Ted., Varavikova Elena. "The New Public Health" (text book)

Ismainar, Hetty.”Administrasi Kesehatan Masyarakat

Entjang, Inda (2000). ”Ilmu Kesehatan Masyarakat”, Bandung: Citra Aditya Bakti