TUGAS
: PENGANTAR KESEHATAN MASYARAKAT
MAKALAH
“ADMINISTRASI
KESEHATAN MASYARAKAT”
DI SUSUN OLEH
NAMA : MISTARI
KELAS
: B2 KEPERAWATAN
STAMBUK : 14220150083
JURUSAN ILMU
KEPERAWATAN
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS MUSLIM
INDONESIA
MAKASSAR
2016
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang
Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya sehingga penyusunan
tugas ini dapat diselesaikan.
Tugas ini disusun untuk diajukan sebagai tugas mata kuliah Pengantar
Kesehatan Masyarakat dengan judul “ADMINISTRASI KESEHATAN MASYARAKAT”
di Universitas Muslim Indonesia khususnya
dijurusan Ilmu Keperawatan Fakultas Kesehatan Masyarakat
Terima kasih disampaikan kepada Bapak Samsualam SKM,
S.Kep,Ns. M.Kep.
selaku dosen mata kuliah Pengantar Kesehatan Masyarakat yang telah membimbing
dan memberikan kuliah demi lancarnya tugas ini.
Demikianlah tugas ini disusun untuk memenuhi tugas mata
kuliah Pengantar Kesehatan Masyarakat. Kritik dan saran yang membangun sangat saya harapkan dari
pembaca demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat.
Amin
Makassar, 25
November 2016
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Balakang
Ilmu Kesehatan Masyarakat pada hakikatnya adalah menghimpun
potensi atau sumber daya yang ada dalam masyarakat untuk melakukan upaya
promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. kegiatan ini untuk
meningkatkan partisipasi masyarakat di bidang pembangunan kesehatan. Pelayanan
kesehatan masyarakat adalah bagian dari pelayanan kesehatan yang lebih
mengutamakan kegiatannya pada upaya peningkatan kesehatan serta pencegahan
penyakit serta lebih memusatkan perhatiannya pada pelayanan berbagai masalah
kesehatan yang ditemukan di masyarakat secara keseluruhan.Jika dibandingkan
dengan pelayanan medis (medical services) pelayanan kesehatan masyarakat memang
mempunyai beberapa ciri tersendiri.
Pengertian
Kesehatan Masyarakat menurut Winslow (1920) bahwa Kesehatan Masyarakat (Public Health) adalah ilmu dan seni
mencegah penyakit, memperpanjang hidup, dan meningkatkan kesehatan, melalui
“Usaha-usaha Peorganisasian Masyarakat” untuk : perbaikan sanitasi lingkungan,
pemberantasan penyakit-penyakit menular, pendidikan kebersihan untuk
perorangan, pengorganisasian pelayanan-pelayanan medis dan perawatan untuk diagnosis
dini dan pengobatan. Pengembangan rekayasa sosial untuk menjamin setiap orang
terpenuhi kebutuhan yang layak dalam memelihara
kesehatan perorangan.
Dalam ilmu kesehatan masyarakat terdapat disiplin ilmu yang
menopang ilmu kesehatan masyarakat, atau sering disebut sebagai pilar utama
ilmu kesehatan masyarakat. Diantaranya ; Epidemiologi, Biostatistik dan
Kependudukan, Kesehatan Lingkungan, Pendidikan Kesehatan dan Ilmu Perilaku,
Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja,
Kesehatan Keluarga dan Kesehatan Reproduksi dan Gizi Masyarakat.
Dalam makalah ini kami kami membahas disi[lin ilmu kesehatan
masyarakat yang lebih mengutamakan Administrasi dan Kebijakan Kesehatan.
B.
Rumusan Masalah
1.
Apa
pengertian dari administrasi kesehatan masyarakat ?
2.
Apa
saja unsur pokok administrasi kesehatan
?
3.
Apa
ruang lingkup administrasi kesehatan masyarakat ?
4.
Manfaat
penerapan administrasi kesehatan ?
C.
Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian dari
administrasi kebijakan kesehatan.
2. Untuk mengetahui apa saja unsur
pokok administrasi kesehatan.
3. Untuk mengetahui ruang lingkup
administrasi kebijakan kesehatan.
4. Untuk mengetahui penerapan
administrasi kesehatan.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Definisi administrasi
Istilah administrasi berasal dari bahasa
latin “ad” dan “ministrate” yang artinya pemberian jasa atau bantuan. “Administration = ”to serve”, yaitu
melayani dengan sebaik-baiknya. Administratie (bahasa Belanda) “kegiatan
catat-mencatat, surat-menyurat, pembukuan ringan, ketik-mengetik, agenda dan sebagainya yang
bersifat teknis ketatausahaan” yang meliputi kegiatan catat-mencatat,
surat-menyurat, pembukuan dan pengarsipan surat serta hal-hal yang lain yang
dimaksudkan untuk menyediakan informasi sertamempermudah memperoleh informasi
kembali jika dibutuhkan. Menurut ensiklopedia administrasi, organizing
(pengorganisasian) merupakan rangkaian aktifitas menyusun suatu kerangka yang
menjadi wadah bagi segenap kegiatan kerjasama dengan jalan membagi dan menelompokkan
pekerjaanyang harus dilaksanakan serta menetapkan dan menyusun jalinan hubungan
kerja di antara satuan organisasi atau para pejabatnya. Pengertian organisasi
lebih bersifat dinamis (organisasi sebagai fungsi manajemen).
“Administrasi adalah upaya mencapai
tujuan yang diinginkan dengan menciptakan lingkungan kerja yang menguntungkan
(Koontz O’Donnel).” (Azwar Azrul,1993)
Administrasi atau manjemen dalam
dunia kesehatan sangat diperlukan agar dalam pelaksanaan program kesehatan
dapat berjalan dengan efisien dan efektif. Administrasi pada dasarnya merupakan
usaha tertentu untuk mencapai suatu tujuan (Maidin Alimin,2004). Para penyedia
ataupun tenaga kesehatan dalam mempergunakan administrasi kesehatan memerlukan
persiapan baik dalam teori maupun praktek.( Tulchinsky,Varavikova, 2000)
Pekerjaan administrasi hanya
melaksanakan kebijakan yang telah ditetapkan, sedangkan pekerjaan manajemen
adalah merumuskan kebijakan tersebut (Samuel Levey dan Paul Lomba) perkataan
administrasi kesehatan mengandung dua pengertian yaitu ad dan ministrate.
Administrasi (latin ad = pada, ministrate = melayani). Artinya menberikan
layanan kepada, administrasi kesehatan merupakan suatu proses yang menyangkut
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan, pengorganisasian penilaian terhadap sumber,
tata cara, dan kesanggupan yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan
terhadap kesehatan, perawatan kedokteran, serta lingkungan yang sehat dengan
jalan menyediakan dan menyelenggarakan berbagai upaya kesehatan yang ditunjuk
kepada perorangan, kelompok atau mastarakat (komisi pendidikan administrasi
kesehatan Amerika Sekirikat 1974).
Pada zaman kuno, ilmu manajemen telah
ada. Hal ini terbukti dengan adanya ilmu agama, ilmu pengetahuan tentang hukum,
politik, ekonomi pendidikan tinggi Al-Azhar, bangunan-banguna yang mengagumkan
seperti piramida, candi Borobudur, tembok besar Cina, dan sebagaiman semua itu
tentu saja berdasarkan pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan, pergerakan,
pelaksanaan, pengendalian, koordinasi, kepemimpinan, pengetahuan sumber daya
dan sebagainya.
Perkembangan teori manajemen seperti
yang diketahui sekarang, di mulai dengan adanya revolusi industry di Eropa pada
abad 18, dimana bertambah banyaknya pabrik-pabrik dan para pekerja, dan hasil
yang berupa barang-barang yang memerlukan berbagai upaya perencanaan,
koordinasi, pengendalian dan sebagainya ynag diperlukan untuk meningkatkan
efisiensi dan efektifitas kerja. Dalam model tradisional titik berat model
manajemen adalah pada pengawasan dan pengarahan, sedangkan model hubungan
manusia telah mengalami perubahan dan menekankan pada kebutuhan-kebutuhan
sosial dan pribadi. Model sumber daya manusia agak berlainan. Seorang manajer dilihat
sebagai seorang yang mendorog pengembangan dan mempermudah bawahannya untuk
mencapai tujuan yang diinginkan.
Sama halnya dengan administrasi,
maka pengertian kesehatan banyak pula macamnya diantaranya adalah : Sehat
adalah suatu keadaan sejahtera sempurna dari fisik, mental,dan sosial yang
tidak hanya terbatas pada bebas dari penyakit atau kelemahan saja (WHO1947 dan
UU Pokok Kesehatan No. 9 Tahun 1960).
Sehat adalah suatu keadaan dan kualitas dari organ
tubuh yang berfungsi secara wajar dengan segala faktor keturunan dan lingkungan
yang dipunyainya (WHO 1957).
Sehat adalah suatu keadaan sejahtera
dari badan, jiwa, dan social yang memungkinkan setiap orang hidup produktif
scara sosial dan ekonomis (UU Kesehatan No. 23 Tahun 1992). (Azwar Azrul,1993)
Administrasi kesehatan adalah bidang
yang berkaitan dengan kepemimpinan, manajemen, dan administrasi rumah sakit ,
jaringan rumah sakit , dan sistem perawatan kesehatan . Administrator kesehatan
dianggap profesional perawatan kesehatan .
Menurut George R.Tery administrasi
kesehatan adalah upaya mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan menggunakan
orang lain. Menurut Social Socience Encylopedia adalah suatu proses untuk
mencapai tujuan yang dapat dilaksanakan dan di awasi.
Administrasi kebijakan kesehatan
adalah administrasi yang diterapkan pada
upaya kesehatan demi terciptanya suatu keadaan yang sehat. (Maidin Alimin,2004)
B.
Unsur pokok administrasi
1.
Input (masukan) dalam administarasi adalah segala sesuatu
yang dibutuhkan untuk dapat melaksanakan pekerjaan administrasi. Masukan ini
dikenal pula dengan nama perangkat administrasi (tools of administration).
Masukan dan atau perangkat administrasi tersebut banyak macamnya. Beberapa di
antaranya yang terpenting adalah:
a.
Komisi Pendidikan Administrasi
Kesehatan Amerika Serikat
Komisi Pendidikan Administrasi
Kesehatan Amerika Serikat membedakan masukan dan atau perangkat administrasi
atas tiga macam:
1)
Sumber
Sumber (resources) adalah segala sesuatu yang dapat
dipakai untuk menghasilkan barang atau, jasa. Sumber ini secara umum dapat
dibedakan atas tiga macam yakni:
a) Sumber tenaga
Sumber tenaga (labour resources)
dibedakan atas dua macam yakni tenaga ahli (skilled) seperti
dokter, dokter gigi, bidan, perawat serta tenaga tidak ahli (unskilled) seperti
pesuruh, penjaga malam dan pekerja kasar lainnya.
b) Sumber modal
Sumber modal (capital resources)
banyak macamnya. Jika disederhanakan dapat dibedakan atas dua macam, yakni
modal bergerak (working capital) seperti uang dan giro serta modal tidak
bergerak (fixed capital) seperti bangunan, tanah dan sarana kesehatan.
c) Sumber alamiah
Sumber alamiah (natural resources) adalah segala
sesuatu yang terdapat di alam yang tidak termasuk sumber tenaga dan sumber
modal.
2)
Tata cara
Tata cara (procedures) adalah berbaga!
kemajuan ilmu dan teknologi kedokteran yang dimiliki dan yang diterapkan.
3)
Kesanggupan
Kesanggupan (capacity) adalah keadaan fisik,
mental dan biologis tenaga pelaksana. Secara umum disebutkan bahwa kesanggupan
tenaga pelaksana dari negara yang telah maju lebih tinggi dari pada tenaga
pelaksana dari Negara yang masih terbelakang. Mudah dipahami karena memanglah
keadaan kesehatan serta keadaan gizi masyarakat di negara yang telah maju, jauh
)ebih baik dari pada negara yang masih terbelakang.
b. Koontz dan
Donnells
Koontz dan Donnells membedakan masukan dan atau perangkat
administrasi atas empat macam yakni manusia (man), modal (capital),
manajerial (managerial) dan teknologi (technology).
Pembaglan lain yang banyak dikenal di
masyarakat ialah yang disebut sebagal 4
M yakni manusia (man), uang (money), sarana (material)
dan metoda (method) untuk organisasi yang tidak mencari keuntungan, serta
6 M yakni manusia (man),
uang (money), sarana (material), metoda (method),
pasar (market) serta mesin (machinery) untuk organisasi yang
mencari keuntungan.
2.
Process (proses) adalah langkah-langkah yang harus dilakukan
untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Proses (process)
dalarn administrasi adalah langkah langkah yang harus dilakukan untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan. Proses ini dikenal pula dengan nama fungsi
administrasi (functions of administration). Pada umumnya proses dan ataupun
fungsi administrasi ini merupakan tanggung jawab pimpinan.
Pada saat ini
dikenal beberapa pembagian proses dan ataupun fungsi administrasi tersebut.
Beberapa di antaranya yang terpenting ialah.
a. Kornisi
Pendidikan Administrasi Kesehatan Amerika Serikat, membedakan
fungsi administrasi atas enam macam
yakni perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing),
pengarahan (directing), pengawasan (controlling), pengkoordinasian (coordinating)
dan penilaian (evaluation).
b. Freeman, membedakan
fungsi administrasi atas enam macam yakni perencanaan (planning),
penggerakan (actuating), pengkoordinasian (coordinating),
bimbingan (guidance), membebaskan (freedom) dan pertanggungjawaban (responsibility).
c. George R. Terry, membedakan
fungsi administrasi
atas empat macam yakni perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing),
penggerakan (actuating) dan pengawasan (controlling). Fungsi administrasi
menurut Terry ini terkenal dengan singkatan POAC.
d. Barton, membedakan
fungsi administrasi atas delapan macam yakni perencanaan (planning),
pengorganisasian (organizing), penyusunan staf (staffing),
penyusunan anggaran belanja (budgeting), pelaksanaan (implementing), pengkoordinasian (coordinating),
pelaporan (reporting) dan penilaian (evaluation).
e. Luther M.
Gullick, membedakan fungsi administrasi atas tujuh macam yakni
perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing),
penyusunan staf (staffing), pengarahan (directing), pengkoordinasian (coordinating),
pelaporan (reporting), dan penyusunan anggaran belanja (budgeting).
Fungsi administrasi menurut Gullick ini dikenal dengan singkatan POSDCORB.
f.
Hendry Fayol, membedakan
fungsi administrasi atas lima macam yakni perencanaan (planning),
pengorganisasian (organizing), perintah (comanding), pengkoordinasian (coordinating)
dan pengawasan (controlling).
Pada saat ini dengan makin berkembangnya ilmu
administrasi, maka pembagian fungsi administrasi makin banyak pula. Berbagai
pembagian tersebut, meskipun bervariasi, namun jika dikaji secara mendalam pada
dasamya tidak memperkhatkan perbedaan yang berarti. Dalam praktek sehari hari,
untuk memudahkan pelaksanaannya, berbagai fungsi administrasi ini sering
disederhanakan menjadi empat macam yakni:
a. Perencanaan (planning)
yang di dalamnya termasuk penyusunan anggaran belanja.
b. Pengorganisasian
(organizing)
yang di dalan mya termasuk penyusunan staf.
c. Pelaksanaan (implementing)
yang d! dalamnya termasuk penyerahan, pengkoordinasian, bimbingan, penggerakan
dan pengawasan.
d. Penilaian (evaluation)
yang di dalamnya termasuk penyusunan laporan.
3.
Output (keluaran) adalah hasil dari suatu pekerjaan
administrasi.
Keluaran
(output) adalah hasil dari suatu pekerjaan administrasi. Untuk administrasi
kesehatan, keluaran tersebut dikenal dengan nama pelayanan kesehatan (health
services). Pada saat ini pelayanan kesehatan tersebut banyak
macamnya. Secara umum dapat dibedakan atas dua macam. Pertama, pelayanan
kedokteran (medical services). Kedua, pelayanan kesehatan
masyarakat (public health services).
4.
Target (sasaran) adalah kepada siapa keluaran yang
dihasilkan ditujukan.
Sasaran b
adalah kepada siapa keluaran yang dihasilkan, yakni upaya kesehatan tersebut,
ditujukan. Untuk administrasi kesehatan sasaran yang dimaksudkan di sini
dibedakan atas empat macam yakni perseorangan, keluarga, kelompok dan
masyarakat. Dapat bersifat sasaran langsung (direct target group),
ataupun bersifat sasaran fidak langsung (indirect target group).
5.
Impact (dampak) adalah akibat yang ditimbulkan dari
keluaran.
Dampak (impact)
adalah akibat yang ditimbulkan oleh keluaran. Untuk administrasi kesehatan,
dampak yang diharapkan adalah makin meningkatnya derajat kesehatan. Peningkatan
derajat kesehatan ini hanya akan dapat dicapai apabila kebutuhan (needs)
dan tuntutan (demands) perseorangan, keluarga, kelompok dan atau masyarakat
terhadap kesehatan, pelayanan kedokteran serta hngkungan yang sehat dapat
terpenuhi. Kebutuhan dan tuntutan ini adalah sesuatu yang terdapat pada pihak
pemakai jasa pelayanan kesehatan (health consumer).
a.
Kebutuhan kesehatan
Kebutuhan
kesehatan (health needs) pada dasamya bersifat objektif dan karena itu untuk
dapat meningkatkan derajat kesehatan perseorangan, keluarga , kelompok dan
ataupun masyarakat, upaya untuk memenuhinya bersifat mutlak. Sebagai sesuatu yang
bersifat objektif, maka munculnya kebutuhan kesehatan sangat ditentukan oleh
masalah kesehatan nyata yang ditemukan dalam masyarakat.
Masalah
kesehatan nyata yang dimaksud banyak macamnya. Untuk perseorangan dan atau
keluarga yang terpenting adalah penyakit yang sedang diderita. Sedangkan untuk
kelompok dan ataupun masyarakat adalah gambaran pola penyakit yang ditemukan
dalam kelompok dan ataupun masyarakat. Jika diketahui bahwa munculnya suatu penyakit sebagaimana yang dikemukakan oleh Gordon
dan Le Richt (1950) sangat ditentukan oleh tiga faktor utama yakni pejamu
(host), penyebab penyakit (agent) serta lingkungan (environment), maka dalam
upaya menemukan kebutuhan kesehatan, perhatian haruslah ditujukan kepada ketiga
faktor tersebut. Apabila penyebab utama penyakit telah berhasil ditemukan,
lanjutkanlah dengan upaya
mengatasi penyebab yang dimaksud, yang dalam hal ini ialah menyediakan serta
menyelenggarakan upaya kesehatan yang sesuai.
b. Tuntuton
kesehatan
Berbeda haInya
dengan kebutuhan, tuntutan kesehatan (health
demands) pada dasamya bersifat subjektif. Oleh karena itu pemenuhan
tuntuan kesehatan tersebut hanya bersifat fakultatif. Dengan perkataan lain
terpenuhi atau tidaknya tuntutan kesehatan perseorangan, kcluarga, kelompok dan
ataupun masyarakat tidak terialu menentukan tereapai atau tidaknya kehendak
untuk meningkatkan derajat kesehatan.
Lebih lanjut
karena tuntutan kesehatan ada kaitannya dengan tersedia atau tidaknya pelayanan
keschatan, maka dalam membicarakan tuntutan kesehatan tidak boleh pida melupakan
berbagai kemajuan teknologi yang mempengaruhi tersedia atau tidaknya pelayanan
kesehatan tersebut. Dengan perkataan lain dalam membi¬carakan tuntutan
kesehatan, peranan kemajuan teknologi kedokteran tidak dapat diabaikan. Karena
sesungguhnyalah sebagaimana yang dikemukakan oleh Sorkin (1979) bahwa
kemajuan kemajuan teknologi kedokteran dapat merupakan salah satu faktor yang
mempengaruhi tuntutan kesehatan.
Dalam kehidupan
sehari hari, sering ditemukan bahwa kebutuhan kesehatan seseorang tidak sama
dengan tuntutan kesehatan. Dalam keadaan yang seperti ini, merupakan kewajiban
setiap petugas kesehatan untuk mencoba meniadakan ketidak samaan tersebut. Di
sinilah letak masalahnya, karena menyamakan kebutuhan kesehatan dengan tuntutan
kesehatan memang tidak mudah. Diperlukan berbagai upaya dan keterampilan yang
bersifat khusus, termasuk upaya clan keterampilan melakukan kornunikasi dan
motivasi.
C.
Ruang Lingkup Administrasi Kesehatan Masyarakat
Jika dikaji secara mendalam batasan
administrasi kesehatan sebagaimana yang telah dirumuskan oleh Kornisi
Pendidikan Administrasi Kesehatan
Amerika Serikat tahun 1974, segera terlihat bahwa ruang lingkup
administrasi kesehatan mencakup bidang yang amat luas, yang jika disederhanakan
dapat dibedakan atas dua macam yakni:
1. Kegiatan
Administrasi
Telah
disebutkan bahwa melaksanakan pekerjaan administrasi sama artinya dengan
melaksanakan sernua fungsi administrasi. Dengan pengertian yang seperti ini
menjadi jelas bahwa kegiatan utama yang dilakukan pada administrasi tidak lain
adalah melaksanakan fungsi administrasi itu sendiri, mulai dari fungsi
perencanan, pengorganisasian, pelaksanaan sampai dengan fungsi pengawasan (Terry).
Karena kegiatan
utama pada administrasi adalah melaksanakan semua fungsi administrasi maka
jelas pula bahwa melaksanakan pekerjaan administrasi tidak sama dengan
melaksanakan pekerjaan tata usaha. Pekerjaan administrasi bukan sekedar
mengetik, mengagenda dan ataupun menyimpan arsip surat menyurat (office
work) yang merupakan pekerjaan pokok seorang tata usaha. Seseorang yang
mengerjakan pekerjaan administrasi berarti adalah seorang administrator atau
manajer, karena dalarn mengerjakan administrasi, ia melakukan perencanaan,
pelaksanaan, penilaian untuk kemudian perencanaan berikutnya.
2. Objek dan
Subjek Administrasi
Telah
disebutkan bahwa objek clan sgbjek administrasi kesehatan adalah sistem
kesehatan. Ini berarti untuk dapat menyelenggarakan administrasi kesehatan
perlu dipahami dahulu apa yang dimaksud dengan sistem kesehatan. Pengertian
tentang sistem kesehatan banyak macamnya. Menjabarkan batasan sebagaimana yang
dirumuskan oleh WHO (1984), yang dimaksud dengan sistem kesehatan adalah
suatu kumpulan dari berbagai faktor yang komplek clan saling berhubungan yang
terdapat pada suatu negara clan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan clan
tuntutan kesehatan perorangan, keluarga, kelompok serta masyarakat pada setiap
saat yang dibutuhkan.
Sistem
kesehatan itu sendiri mencakup hal yang amat luas. Jika disederhanakan dapat
dibedakan atas dua subsistem. Pertama, subsistem pelayanan kesehatan. Kedua,
subsistem pembiayaan kesehatan. Untuk dapat terselenggaranya upaya kesehatan
yang baik, kedua subsistem ini perlu ditata clan dikelola dengan sebaik
baiknya.
Ruang
lingkup administrasi kebijakan kesehatan secara umum meliputi :
1)
Kebijakan kesehatan (health policy)
Kebijakan kesehatan membahas tentang
penggarisan kebijaksanaan pengambilan keputusan, kepemimpinan, public relation,
penggerakan peran serta masyarakat dalam pengelolaan program – program
kesehatan.
2)
Hukum Kesehatan (health law)
Hukum kesehatan membahas tentang
peraturan atau perundangan di bidang kesehatan meliputi : undang – undang
kesehatan, hospital by law, informed consent, dan sebagainya.
3) Ekonomi
kesehatan (health economic)
Ekonomi kesehatan membahas tentang
konsep pembiayaan kesehatan, asuransi kesehatan, analisis biaya, dan
sebagainya.
4) Manajemen
tenaga kesehatan (health man power)
Manajemen tenaga kesehatan membahas
tentang perencanaan kebutuhan tenaga kesehatan, motivasi tenaga kesehatan,
kinerja tenaga kesehatan , dan sebagainya.
5) Administrasi rumah sakit (hospital
administration)
Administrasi
rumah sakit membahas tentang organisasi dan manajemen rumah sakit, manajemen
SDM rumah sakit, manajemen keuangan rumah sakit, manajemen logistic, dan
sebagainya.
D.
Manfaat Penerapan Administrasi Kesehatan Masyarakat
Jika
diperhatikan batasan administrasi kesehatan sebagaimana yang telah dirumuskan
oleh Komisi Pendidikan Administrasi
Kesehatan Amerika Serikat pada tahun 1974, segera terlihat bahwa manfaat
yang diperoleh dari diterapkannya administrasi kesehatan adalah sangat luas.
Secara umum berbagai manfaat tersebut dapat dibedakan atas tiga macam yakni:
1.
Dapat dikefola
sumber, tata cara dan kesanggupan secara efektif dan efisien
Sumber, tata
cara dan kesanggupan yang tersedia pada dasamya bersifat terbatas dan karena
itu perlu dikelola dengan sebaik baiknya. Administrasi Kesehatan jelas dapat
menjanjikan pengelolaan yang dimaksud, karena memang dalam melaksanakan
pekedaan administras! kesehatan dikenal adanya antara lain fungsi perencanaan,
yang dapat mengatur pernankatan sumber, tata cara dan kesanggupan secara
efektif dan efisien.
Sesungguhnya,
masalah efektif dan efisien ini telah sejak lania menjadi pusat perhatian para
ahli administrasi. Setidak tidaknya sejak abad ke 18 ketika berlangsung Revolusi Industri di Inggris. Upaya
ini diwujudkan dengan memperkenalkan falsafah administrasi baru dari job
cen¬tered menjadi human centered
serta dari orientasi efektiitas menjadi orientasi efektivitas don efisiensi.
Hal yang sama
juga dilakukan oleh Frederick Winslow
Taylor (dikenal sebagai bapak gerakan administrasi ilmiah) serta Hendry Fayol (dikenal sebagai bapak
teori administrasi modem). Taylor setelah melakukan penelitian berjudul time
and motion study yang kemudian dipublikasikan dalarn bukunya yang
terkenal The Principle of Scientific Management, berhasil merumuskan pendapatnya bahwa efektivitas dan efisiensi
erat hubungannya dengan penggunaan waktu dan kegiatan yang tidak produktif.
Sedangkan
Fayoll membahas masalah efektivitas dan efisiensi ini melalui pengkajian
terhadap kemampuan pemimpin. Kajian tersebut kemudian dituliskan dalarn bukunya
yang terkenal General and Industrial
Management.
2.
Dapat dipenuhi
kebutuhan dan tuntutan secara tepat dan sesuai
Mengenal
kebutuhan dan tuntutan adalah penting dalam melaksanakan administrasi
kesehatan. Seyogyanyalah setiap upaya kesehatan yang dilaksanakan ditujukan
untuk pemenuhan kebutuhan dan tuntutan tersebut. Agar kebutuhan dan tuntutan
yang seperti ini dapat dipenuhi, tentu diperlukan keterampilan untuk menentukan
kebutuhan dan tuntutan itu sendiri. Disini menjadi penting peranan administrasi
kesehatan, karena dengan diterapkannya administrasi kesehatan tersebut akan
dapat diketahui dengan tepat berbagai kebutuhan dan tuntutan yang terdapat
dalarn masyarakat.
3.
Dapat
disediakan dan diselenggarakan upaya kesehatan sebaik baiknya
Karena
administrasi kesehatan dapat mengatur pernanfaatan sumber, tata cara dan
kesanggupan yang dimiliki dengan baik, serta dapat menentukan kebutuhan dan
tuntutan dengan tepat, maka dapat diharapkan tersedia dan terselenggaranya
upaya kesehatanyang sebaik baiknya. Dari uraian tentang tiga manfaat
administrasi kesehatan yang seperti ini, secara umum dapat disimpulkan bahwa
administrasi kesehatan berupaya menyediakan dan menyelenggarakan upaya
kesehatan sedemikian rupa sehingga dengan masukan yang sekecil keciinya
(sumber, tata cara dan kesanggupan) dapat dihasilkan keluaran yang sebesar
besamya (terpenuhi kebutuhan dan tuntutan akan kesehatan).
Karena keluaran
yang diperoleh bertitik tolak dari pemakaian sumber, tata cara dan kesanggupan
yang tersedia, maka pada administrasi kesehatan dikenal adanya prinsip
optimalisasi. Selanjutnya karena keluaran yang diharapkan adalah yang sesuai
dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat, maka pada administrasi kesehatan
dikenal pula prinsip efektivitas dan efisiensi.
Dari uraian
ini, menjadi jelaslah bahwa yang terpenting dalam melaksanakan administrasi
kesehatan bukanlah berupaya menghasilkan keluaran yang berlebihan, bukan pula
yang bersifat mendatangkan keuntungan (profit
making), melainkan yang mempunyai dampak (impact) yang positif
bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Menurut George R.Tery administrasi
kesehatan adalah upaya mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan menggunakan
orang lain. Menurut Social Socience Encylopedia adalah suatu proses untuk
mencapai tujuan yang dapat dilaksanakan dan di awasi. Administrasi kebijakan kesehatan
adalah administrasi yang diterapkan pada
upaya kesehatan demi terciptanya suatu keadaan yang sehat. (Maidin Alimin,2004)
Administrasi kesehatan merupakan suatu
proses yang menyangkut perencanaan, pengorganisasian, pengarahan,
pengawasan, pengorganisasian penilaian
terhadap sumber, tata cara, dan kesanggupan yang tersedia untuk memenuhi
kebutuhan dan tuntutan terhadap kesehatan, perawatan kedokteran, serta
lingkungan yang sehat dengan jalan menyediakan dan menyelenggarakan berbagai
upaya kesehatan yang ditunjuk kepada perorangan, kelompok atau mastarakat
(komisi pendidikan administrasi kesehatan Amerika Sekirikat 1974).
B.
Saran
DAFTAR
PUSTAKA
Azwar,
Azrul.1996. "Pengantar Administrasi
Kesehahatan" Edisi Ketiga.Tanggerang : Binapura Aksara
Departemen
Kesehatan RI. 2009. "Sistem
Kesehatan Nasional". Jakarta : Departemen Kesehatan RI
Muninjaya,
A.A Gde.1999. "Manajemen Kesehatan".Jakarta
: Penerbit Buku Kedokteran EGC
Notoatmodjo,
Soekidjo. "Ilmu Kesehatan Masyarakat".
Jakarta: PT. Rineka Cipta
Prayitno
S. “Dasar-dasar Administrasi Kesehatan
Masyarakat”; Airlangga UniversityPress, Surabaya, 2005.
Sukarni,
Mariyati.1994. "Kesehatan Keluarga
Lingkungan".Yogyakarta : Kanisius
Tulchinsky
Ted., Varavikova Elena. "The New Public Health" (text book)
Ismainar,
Hetty.”Administrasi Kesehatan Masyarakat”
Entjang,
Inda (2000). ”Ilmu Kesehatan Masyarakat”,
Bandung: Citra Aditya Bakti
